Alexander Agung

Alexander Agung dan Hephaestion: Apakah Pasangan Homoseksual ?

Tinta Emas
Tinta Emas 14 February 2024
4 menit --:-- 612x
Dukung Kami

Alexander Agung hadir dalam serial dokumenter Netflix terbaru, ‘Alexander: The Making of a God’. Saksikan perjalanan ambisinya dan penaklukannya yang epik dalam enam episode yang memikat. Jelajahi hubungannya dengan sahabatnya, Hephaestion, dan pertanyaan kontroversial tentang sifat hubungan mereka. Serial ini menghadirkan narasi mendalam tentang salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah.

Alexander Agung Netflix
Alexander Agung, tak sedikit sejarawan yang percaya bahwa tokoh ini sebenarnya adalah seorang homoseksual (Gambar: Netflix).

 

Serial Netflix ini mengungkap kisah menarik tentang kehidupan Alexander Agung. Selain memberikan hiburan, serial ini juga menawarkan penelitian mendalam dan wawancara dengan para ahli serta sejarawan.

Dalam enam episode serial dokumenter ini, penonton akan dibawa melalui perjalanan hidup Alexander, dari awal kepemimpinannya hingga puncak kejayaannya. Namun, fokus tidak hanya pada prestasi militernya, tetapi juga pada hubungannya dengan sahabat masa kecilnya, Hephaestion.

Alexander Agung: Sang Penakluk dari Makedonia

Alexander Agung atau Alexander III dari Makedonia, memerintah dari tahun 336 SM hingga 323 SM. Naik takhta pada usia 20 tahun setelah kematian ayahnya, Philip II. Alexander memiliki ambisi besar untuk menaklukkan Kerajaan Persia, menjadikannya salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah. 

Pada usia 30 tahun, Alexander mencapai puncak kejayaannya dengan mendirikan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah. Wilayah kekuasaannya meluas dari Yunani hingga India barat laut, dan penaklukannya yang spektakuler hanya memakan waktu 6 tahun. Kejeniusannya dalam taktik dan semangat bertarung menjadikannya pemimpin yang tak tertandingi.

Apakah Hephaestion Sebenarnya Kekasih Alexander Agung?

Jika Anda sudah menonton episode pertama seri dokumenter ini, pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah Hephaestion, seorang jenderal andal dalam pasukan Alexander, benar-benar kekasih sang raja atau hanya teman dekat.

Belum ada bukti konkret untuk memastikan karakter romantis hubungan Hephaestion dan Alexander. Pertanyaan ini telah menjadi pusat perdebatan selama lebih dari dua ribu tahun sejak kehidupan kedua tokoh tersebut.

Pada Episode pertama, Dr. Salima Ikram, seorang profesor Universitas Amerika di Kairo, menyatakan, “Hephaestion bukan hanya sahabat terkasih, tetapi mungkin cintanya yang terbesar.” Pada episode berjudul “The Boy King,” menampilkan kisah dramatis tentang bagaimana Alexander naik ke tampuk kekuasaan di Makedonia. Reenactments menggambarkan hubungan romantis di antara Alexander dan Hephaestion (Will Stevens), yang bekerja bersama dalam konteks profesional dan militer.

Pandangan Sejarawan dan Narasumber Modern

Sejarawan modern seperti Robin Lane Fox, anggota Royal Society of Literature Inggris, juga menyuarakan pandangan bahwa hubungan Hephaestion dan Alexander melebihi batas persahabatan. Fox, yang menjadi penasehat sejarah untuk film Alexander tahun 2004, mengungkapkan pandangannya dalam bukunya yang memenangkan penghargaan, “Alexander the Great.” Dia menyatakan, “Hephaistion adalah orang yang dicintai oleh Alexander, dan sepanjang hidup mereka, hubungan mereka tetap intim sebagaimana sekarang tidak dapat dikembalikan.”

Salah satu sumber utama tentang hubungan mereka berasal dari karya Quintus Curtius Rufus, seorang senator Romawi yang hidup sekitar 400 tahun setelah kematian Alexander pada tahun 323 SM. Curtius, dalam “Sejarah Alexander the Great,” menceritakan bahwa Hephaestion adalah teman paling terkasih raja, memiliki akses ke semua rahasia dan memiliki hak istimewa memberikan nasehat jujur kepada raja.

Penting untuk mencatat bahwa Alexander Agung lahir pada tahun 356 SM, sebuah periode di mana hubungan sesama jenis antara pria menjadi pemandangan umum, seperti  penjelasan Netflix dan Fox.

Kebenaran tentang hubungan Alexander Agung dan Hephaestion mungkin tidak akan pernah terungkap sepenuhnya — tetapi misteri tersebut tetap menjadi sumber perdebatan dan diskusi.

Penutup

Dalam dokumenter ini, Buck Braithwaite memerankan Alexander dengan mengesankan. Sahabat Alexander, Hephaestion diperankan oleh Will Stevens. Sementara itu, Mido Hamada tampil memukau sebagai Raja Darius dari Persia. Dapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan prestasi Alexander Agung, Raja Makedonia, melalui lensa dokumenter Netflix ini.

“Alexander: The Making of a God” telah tersedia di Netflix sejak 31 Januari 2024, menyuguhkan kisah epik yang tak terlupakan. Jelajahi cerita mendalam dan eksplorasi salah satu penaklukkan dunia terbesar dalam sejarah.

Baca Juga: Pelayaran Samudera Atlantik Kekaisaran Mali – Tinta Emas

Tinta Emas

Tintaemas.net adalah situs sejarah berbasis AI pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan ekosistem bacaan edukatif sekaligus menghibur dalam satu platform. Situs ini tidak hanya menyajikan artikel sejarah dunia dan Nusantara dengan narasi yang rapi, mudah dipahami, dan kaya konteks, tetapi juga merangkul tema yang lebih luas seperti budaya populer retro, media, kajian perfilman, komik, hingga humor cerdas bernuansa sarkas dan satir. Dengan identitas visual yang kuat dan gaya penulisan yang fleksibel, Tinta Emas menghubungkan fakta sejarah dengan relevansi masa kini

Artikel Lainnya dari Penulis